Pembacaan Alkitab: Mazmur 1:1-2 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Hari ini adalah hari pertama bagi saya untuk mengepel di rumah tante saya. Padahal sudah beberapa bulan lamanya saya tinggal bersama tante saya, namun baru kali ini tangan saya memegang gagang pel dan mengepel rumah tante saya. Hehehe, harap maklum karena saya adalah tipe seorang pemalas yang baru akan rajin kalau diberi perintah langsung. Dan saat mengepel seharian, Roh Kudus mengajarkan banyak hal pada saya tentang pentingnya untuk menyapu dan mengepel diri kita sebagai bait Allah yang hidup.
Sebelum tadi saya mengepel, tante saya sudah terlebih dahulu menyapu di dalam rumah. Dan Roh Kudus memberi pengertian bahwa menyapu rumah dari kotoran dan debu, adalah sama prinsipnya dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, sesuai dengan ayat pembacaan kita tadi. Jika kita jarang menyapu rumah, misalnya seminggu sekali, maka rumah kita pasti akan sangat kotor dan berdebu. Dan hal ini pasti akan membuat siapapun yang datang untuk bertamu dalam rumah kita, merasa jijik bahkan ada kemungkinan orang tersebut akan enggan untuk kembali bertamu ke rumah kita.
Demikian juga halnya dengan hidup kita. Jika kita tidak mengisi kehidupan kita dengan kebenaran firman Tuhan, maka kita akan menjadi sangat mudah untuk melakukan dosa, karena kita tidak mengetahui apa yang menjadi kesenangan hati Tuhan. Contoh kecilnya saja, dalam hal mengeluarkan perkataan yang kotor dan sia-sia. Bagi orang Kristen yang sudah mempelajari kebenaran firman Tuhan, mereka tidak akan lagi memperkatakan sesuatu yang kotor dan sia2, karena mereka tahu bahwa itu adalah dosa yang sangat tidak disukai oleh Tuhan yang harus mereka jauhi.
Namun bagi orang Kristen yang jarang atau bahkan sama sekali tidak mempelajari kebenaran firman Tuhan, mereka akan sangat terbiasa untuk berkata2 yang kotor dan sia2, karena mereka tidak memiliki kesadaran bahwa itu adalah dosa yang sangat dibenci oleh Tuhan, yang disebabkan oleh ketidaktahuan mereka akan kebenaran firman Tuhan. Dan lebih lagi, sedangkan mereka yang sekelas pendeta, penginjil, pelayan altar, majelis jemaat/diaken, yang notabenenya sudah mempelajari isi dari kebenaran firman Tuhan, masih saja melakukan dosa, entah itu secara sadar atau tidak, sengaja atau tidak, bagaimana dengan mereka yang bahkan sangat jarang untuk membuka Alkitab, membaca, dan merenungkan firman Tuhan dalam hidupnya?
Dan juga Roh Kudus memberikan pengertian bahwa mengepel lantai rumah kita, adalah sama prinsipnya dengan persekutuan ibadah dengan Tuhan. Ketika kita mengepel lantai rumah kita, dan hendak membilas kain pelnya dengan air, kita pasti menyadari bahwa air perasan kain pel kita menjadi kotor dan sangat keruh. Itu artinya secermat apapun kita menyapu rumah kita, pasti akan tetap meninggalkan kotoran yang harus dibersihkan dengan mengepelnya. Demikian juga serajin apapun kita membaca dan merenungkan firman Tuhan, pasti masih ada kotoran yang tertinggal dalam diri kita, dan kotoran itu hanya bisa dilihat dan disadari oleh Tuhan, dan juga hanya bisa dibersihkan oleh-Nya.
Ada orang pernah menyindir seseorang bahwa kalau orang Kristen terlalu sering menyibukkan diri dengan persekutuan ibadah kepada Tuhan, bisa-bisa jalan menuju ke surga akan terlewat. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Bahkan para rasul-rasul dalam Alkitab yang telah mengetahui kebenaran firman Tuhan, tidak menganggap rendah persekutuan ibadah dengan Tuhan, namun justru menunjukkan teladan dengan tetap giat beribadah kepada Tuhan, baik itu secara pribadi maupun berjemaat. Apalagi kita sebagai jemaat harus menyadari betapa pentingnya persekutuan dengan Tuhan.
Dalam Ibrani 10:25 berkata Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Mengapa kita harus giat beribadah menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat? Karena di dalam ibadah ada kuasa yang mengalir dalam hadirat Tuhan, yang akan selalu memperbaharui kehidupan kita, dari hari ke hari, menjadi sempurna seperti pribadi Yesus Kristus Tuhan kita.
Kain pel adalah diri kita masing-masing yang harus membersihkan sendiri setiap kotoran yang ada dalam rumah rohani kita. Namun apakah hanya dengan kain pel dapat membersihkan kotoran dan debu yang ada? Tidak, namun kita membutuhkan air murni yaitu pribadi Roh Kudus untuk membersihkan rumah rohani kita dengan aliran kuasa-Nya, yang hanya akan kita alami dan rasakan jika kita mau mendekat dengan beribadah kepada Tuhan, dengan hati yang tulus, lemah lembut, dan terbuka dihadapan-Nya.
Demikianlah saudara semua, mengenai betapa pentingnya bagi diri kita untuk selalu menyapu segala kotoran dan debu dalam diri kita, dengan selalu membaca, merenungkan, terlebih melakukan kebenaran firman Tuhan dalam hidup kita. Dan mengepel lantai rumah kita, dengan selalu menjalin persekutuan bersama Tuhan setiap ada kesempatan, bersama aliran air Roh Kudus yang akan selalu membersihkan kehidupan kita. Sehingga rumah rohani kita, menjadi sebuah bait Allah yang hidup dan indah, dimana Tuhan berkenan untuk tinggal dalam diri kita selamanya. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)Gbu.
Posted in: Sharing




0 komentar:
Posting Komentar