Temen-temen bisa nonton copa america 2011 secara live streaming disini. Selain RCTI anda juga bisa nonton tv online gratis dengan beberapa chanel seperti Trans TV, SCTV, dan Global TV. TV online ini juga bisa anda pasang di blog anda. Penasaran ! Mau?

Tunggu loading sampai 100 persen. Pastikan adobe flash player sudah terinstal.

Bagi anda yang ingin pasang tv online di blog, silahkan tekan Ctrl + U untuk melihat source code postingan ini.

Senin, 11 Juli 2011

SETIA PADA HAL KECIL



Pembacaan Alkitab: Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Saya pernah mendengar sebuah kesaksian yang menarik, yang sudah lama terjadi. Ada seorang pemuda yang ingin masuk sekolah tinggi teologia untuk lebih memberi diri lagi dalam melayani Tuhan. Namun sebelum masuk sekolah tersebut, ia harus menjalani masa TC (training center) di sebuah gereja kurang lebih beberapa bulan lamanya. Dan ia pun tinggal di sebuah gereja menjalani masa TCnya. Dalam menjalani masa TCnya, ia terkejut karena bukannya disuruh melayani dalam hal menjadi pemain musik, worship leader, dan sebagainya. Tapi ia malah disuruh untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, seperti mencuci, menyapu, mengepel, membersihkan toilet, dan sebagainya.

Setelah jenuh dengan tugas yang diberikan, ia pun menghadap dan mengeluh kepada pendeta yang bertugas di gereja tersebut sambil mengeluh demikian, “Pak pendeta, saya datang kemari untuk mencari Tuhan, bukan untuk menjadi pesuruh di gereja.” Pendeta pun menjawab, “Baik, silahkan kamu keluar dari gereja ini, dan carilah Tuhan dan layanilah Dia seperti keinginan kamu.” Lalu si pemuda ini pun mengambil semua barang2nya dan pergi meninggalkan gereja tersebut. Setelah berputar-putar tanpa arah dalam kota, ia baru menyadari letak kesalahannya, lalu kembali dan memohon maaf kepada pendeta tersebut.

Seperti itulah kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini. Sering kali kita ingin melakukan sesuatu hal mulai dari hal2 yang paling besar dan diatas, bukannya dari hal2 yang paling kecil dan paling rendah. Namun sebenarnya kehidupan kekristenan kita memiliki alur yang terbalik. Kita justru dapat mempelajari dan memperoleh sesuatu yang besar dan berharga, dimulai dari hal yang paling kecil dan rendah di mata manusia.

Ada banyak contoh para tokoh di dalam Alkitab yang dapat kita teladani kehidupan mereka dan saya akan kekurangan waktu untuk menjelaskan satu per satu. Ambil contoh saja dari kehidupan Daud. Daud adalah yang paling bungsu dan kecil diantara saudara-saudaranya. Dan tugas dari Daud pun dapat dikategorikan sebagai hal yang sepele. Daud menjadi penggembala kambing domba yang cuma berjumlah dua tiga ekor di padang, sementara kakak-kakak Daud menjadi prajurit di medan perang. Sangat jauh sekali bukan perbedaan antara Daud dengan saudara-saudaranya.

Namun yang awalnya Daud cuma menggembalakan beberapa kambing dan domba ayahnya, ia kemudian diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk menggembalakan segenap kaum Israel sebagai seorang raja yang berkuasa dengan segala kemuliaannya. Sungguh sangat besar kejutan hadiah yang diberikan oleh Tuhan. Namun takhta kerajaan itu diduduki oleh Daud setelah ia mengalami proses yang sangat sulit yang bahkan mempertaruhkan nyawanya. Bukan langsung instan ia menerimanya dari Tuhan.

Dari pengalaman hidup Daud kita dapat mempelajari bahwa untuk menerima sesuatu hal yang besar dari Tuhan, tidak langsung instan akan kita terima. Karena sebuah pekerjaan yang besar, menuntut tanggung jawab yang besar juga, yang dinilai dari kualitas yang muncul dari kesetiaan seseorang yang sudah teruji.

Karena itu, jika kita ingin menerima sesuatu hal yang besar dari Tuhan, mulailah menunjukkan kesetiaan kita dengan melakukan sesuatu hal yang paling kecil dan rendah di mata manusia. Karena sebenarnya proses pemurnian kita oleh Tuhan, itu berlangsung dari hal-hal yang dianggap sepele oleh manusia. Berdasarkan ayat pembacaan diatas, Tuhan menaruh standar bahwa jika seseorang tidak setia dari hal-hal yang paling kecil, maka tidak mungkin ia dapat setia mengerjakan hal-hal yang besar.

Dan itu artinya, setiap proses dari Tuhan memiliki suatu tahapan tingkat kesulitan yang semakin hari semakin sulit dan menanjak naik. Sehingga tidak mungkin bagi seseorang untuk dipercayakan sebuah pekerjaan yang besar jika ia tidak dapat setia melakukan pekerjaannya mulai dari hal-hal yang paling kecil. Karena itu artinya ia dinilai tidak memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan sebuah pekerjaan yang menuntut tanggung jawab yang besar.

Kolose 3:23-24 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Sekecil apapun tanggung jawab yang dipercayakan pada kita oleh siapapun, terlebih jika Tuhan yang mempercayakannya, hendaknya kita melakukan semua itu dengan hati yang mengucap syukur dan penuh kesungguhan. Sehingga kita dapat menyelesaikan setiap pekerjaan kita dengan hasil yang baik karena mengerjakannya dengan rasa penuh tanggung jawab. Hal-hal apapun yang kita kerjakan, kerjakan semua itu dengan kesadaran untuk mempersembahkannya kepada Tuhan dan bukan kepada manusia. Sehingga kita akan selalu bersemangat untuk mengerjakan segala tanggung jawab kita, sekecil apapun dan serendah apapun itu di mata manusia, dengan penuh kesetiaan dihadapan Tuhan, sebab tak pernah ada sesuatu pekerjaan apapun yang kita kerjakan bagi Tuhan menjadi sia-sia. Tetapi sebaliknya, ada upah dibaliknya yang siap untuk mengejutkan kita. Tuhan Yesus mengasihi kita semua (^_^)Gbu.

0 komentar:

Posting Komentar